Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Problema Filosofis dan Pembatasan Kekuasaan Negara di Tanah Papua

Gambar
THE HISTORY CALL PAPUA  OBEY THE LAW HUMMAN BAING’S. Oleh:  A. ABDULLAH WANDIA. ist. Galang Gisi Buruk Kab.Asmat Papua PROBLEMA FILOSOFIS ( SUARA PERS ) Pembatasan Kekuasaan Negara. Sejarah temporer Nasional, dimana – mana selalu berkaitan dengan persoalan kekuasaan Negara begitu pula di Indonesia kekuasaan negara cendenrung dipandang sebagai suatu hal yang mistis dan Adiduniawi bersifat Transendental dari atas Irasional dan tidak terbatas. Hal ini muda dapat dilihat sejak terbentuknya Negara Modern Indonesia Pasca Nusantara hingga mencapai kekuasaan yang Refresif dan menjadi kekuasaan Negara yang HEGEMOK/HETEROGEN. Kekuasaan negara ini telah menjadi Supermasi tersendiri dan melampauih ( Menegaskan) kepentingan Kedaulatan Rakyat. Dalam hal ini, hak-hak Kewarga negaraan di Interpretasikan ( di pasang) secara sepihak oleh Negara, padahal sudah lama dikembangkan wacana Nilai kekuasaan Demokratis. Dimana segala bentuk kekuasaan di Inte...

Etnografi: Budi Menjajah Anak - anak Papua Dalam Pengetahuan

Gambar
 Budi Menjajah  Anak - anak Papua di Sekolah Melewati 6 zaman penjajahan Pengetahuan Dalam sejarah SD. Dalam rentangan inilah orang papua mengenal budi pada hal budi sementara di pulau jakarta, lagi hidup bercukupan. Nama ini menjadi termasyur dan budi menjadi Pahlawan. Budi kemudian di masukan dlm mata pelajaran PAud, SD. Mengajarkan Bahwa pudi pergi ke sawah, budi makan nasi...dll. pada hal anak anak papua selalu makan Sagu, humbian, kumbili. mengenal budi dan makanannya semua menjadi halal. Teringat Pd Thn 1997 di kamp halaman saya, itu saya mengirah padi yg sudah di giling adalah batuh2 putih, kemudian saya tanya pada guru saya di saat masuk sekolah: Kare: Guru ini biji/ butir apa ? Guru: biji nasi yang di kemas dari padi Kriting Bob: oh, saya kira batuh batu krikil putih, ( di kamp saya Bnyak batuh kubur) Guru: bodok goblok ko (kamu) ....ini makanan, Kriting Bob: wah, masa makanan kecil2 begini. Guru: mengabil buku pelajaran yang di cetak dari PT. Cempaka P...