Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sosial

Menyatu Gerak: Pesan Moral Anak Bangsa Papua

Gambar
Pesan Moral Anak Bangsa Kita semua ini senasib, kita sama -sama rakyat tertidas kita semua korban dari praktek kolonialisme Indonesia di West Papua. Ko dari gunung, ko dari pante ko dari lemba ko dari pesisir ko dari timur ko dari barat ko dari utara dan ko dari selatan kita semua ada dalam satu ancaman pemusnahan. Kita ini dikorbankan oleh kepentingan kapitalis dan imperalis global melalui pilar utamanya yaitu kolonialisme Indonesia. Kami bangsa koloni yang merasakan pahitnya pengisapan, Perampasan, diskriminasi rasial, Pembunuhan penyiksaan penagkapan sewenang-wenang penjarah dan tidak lama lagi kita punah. Namun kita merasa belum ada persatuan dalam perjuangan  Pembebasan Nasional. Apakah mungkin kita egois atau kita tidak pernah duduk sama-sama makan pinang di para-para atau belum duduk minum copy di honai. Sesugguhnya Bangsa papua itu hanya memiliki satu sejarah penindasan .  Sebenarnya  kita ini bergerak bersama untuk menuju  ke anggasa...

Problema Filosofis dan Pembatasan Kekuasaan Negara di Tanah Papua

Gambar
THE HISTORY CALL PAPUA  OBEY THE LAW HUMMAN BAING’S. Oleh:  A. ABDULLAH WANDIA. ist. Galang Gisi Buruk Kab.Asmat Papua PROBLEMA FILOSOFIS ( SUARA PERS ) Pembatasan Kekuasaan Negara. Sejarah temporer Nasional, dimana – mana selalu berkaitan dengan persoalan kekuasaan Negara begitu pula di Indonesia kekuasaan negara cendenrung dipandang sebagai suatu hal yang mistis dan Adiduniawi bersifat Transendental dari atas Irasional dan tidak terbatas. Hal ini muda dapat dilihat sejak terbentuknya Negara Modern Indonesia Pasca Nusantara hingga mencapai kekuasaan yang Refresif dan menjadi kekuasaan Negara yang HEGEMOK/HETEROGEN. Kekuasaan negara ini telah menjadi Supermasi tersendiri dan melampauih ( Menegaskan) kepentingan Kedaulatan Rakyat. Dalam hal ini, hak-hak Kewarga negaraan di Interpretasikan ( di pasang) secara sepihak oleh Negara, padahal sudah lama dikembangkan wacana Nilai kekuasaan Demokratis. Dimana segala bentuk kekuasaan di Inte...

Etnografi: Budi Menjajah Anak - anak Papua Dalam Pengetahuan

Gambar
 Budi Menjajah  Anak - anak Papua di Sekolah Melewati 6 zaman penjajahan Pengetahuan Dalam sejarah SD. Dalam rentangan inilah orang papua mengenal budi pada hal budi sementara di pulau jakarta, lagi hidup bercukupan. Nama ini menjadi termasyur dan budi menjadi Pahlawan. Budi kemudian di masukan dlm mata pelajaran PAud, SD. Mengajarkan Bahwa pudi pergi ke sawah, budi makan nasi...dll. pada hal anak anak papua selalu makan Sagu, humbian, kumbili. mengenal budi dan makanannya semua menjadi halal. Teringat Pd Thn 1997 di kamp halaman saya, itu saya mengirah padi yg sudah di giling adalah batuh2 putih, kemudian saya tanya pada guru saya di saat masuk sekolah: Kare: Guru ini biji/ butir apa ? Guru: biji nasi yang di kemas dari padi Kriting Bob: oh, saya kira batuh batu krikil putih, ( di kamp saya Bnyak batuh kubur) Guru: bodok goblok ko (kamu) ....ini makanan, Kriting Bob: wah, masa makanan kecil2 begini. Guru: mengabil buku pelajaran yang di cetak dari PT. Cempaka P...

Dunia Sanggup Memenuhi Kebutuhan, Namun tidak untuk Kerakusan

Gambar
ist.pribadi Tulisan ini berawal dari Diskusi bersam Mencari kedamain dan kesejahteraan Yang Akhi-khi. Perkembangan Dunia Global Semakin marak dan  kalangan Kapitalisme, serta para Feodal, semakin berpetualangan di dunia yang masih dalam kepakuman termasuk indonesia Kini menjadi perlombahan bagi Bangsa-bangsa menuju belahan dunia yang masih dalam keperawanan Sumber Daya Alam(Papua). Sungguh menyegarkan ketika membangun hubungan bilateral dan Multilateral oleh para politikus Indonesia yang hanya mencari Kuasawati dan manewati (Kuasa dan Uang). Kaum Politikus Indonesia yang hanya mencari kenikmatan semata dalam hubungan kerja sama antara kelas-kelas elit. Dunia kami sangat luas,  lain mencari keuntungan mencari kebugaran dipanggung politik, namun mereka ini tak sanggup memberikan sedeka kepada yang tak punya Semua manusia ingin bebas, mencari kedamain, kedamain sangatlah jahu di imingan manusia, imingan itu di batasi oleh manusia lain hanya demi...

Apa yang Kita Cari dalam Hidup?

Gambar
Pertanyaan ini, menggunjang Nalar Manusia dari zaman Pra Sejarah inggah Dunia dewasa ini. " Apa yang sebenarnya membuat manusia terus mencari? silakan simak dan memahami mencari makna dalam Hidup.  personal.psu.edu Grup band Dream Theater terkenal dengan salah satu lagunya yang berjudul Spirit Carries On . Kalimat-kalimat pertama di dalam lagu itu amatlah menyentuh. Bunyinya begini: darimana kita berasal? Mengapa kita ada disini? Kemana kita pergi, setelah kita mati? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan dasar yang dimiliki setiap orang. Agama berusaha menjawabnya. Terkadang, jawaban itu tidak cukup, karena manusia berubah, dan ia membutuhkan jawaban baru atas situasi hidupnya. Pertanyaan-pertanyaan ini, menurut saya, bisa dikerucutkan ke dalam dua pertanyaan dasar, yakni apa yang kita cari dalam hidup kita, dan bagaimana kita berusaha mendapatkannya? Di dalam bukunya yang berjudul Symposion, atau perjamuan, Plato berusaha menjawab pertanyaan ini secara tida...

Sinopsis Korban Idiologi Indonesia Massa Kini

Gambar
SINOPSISKORBAN IDEOLOGI  INDONESIA MASA KINI Kami Orang asli Papua Menjadi Korban Idiologi bangsa Indonesia   Kata Seorang Mahasiswa Papua asal Merauke dalam ruang diskusi media. Dan pula tentu ini merupakan suatu objek penderitahan yang pada akhir-akhir berkembangan yang di input Oleh Media Sosial yang diakui dalam ranah bung  PERS Indonesia. foto Korban: Konflik Jayapura    Beranjak dari Gagasan yang pedas rasanya, serentak   merayakan kata yang makna begitu mendalam dalam ruang public media. Diskusi berlanjut. Muncul   Korban Ideologi Bangsa Indonesia masa Kini , menjadi penyakit di Tanah Papua. Tentu pembaca sudah tahu akan problema yang terjadi. Begitulah dengan mendirikan suatu demokrasi yang tidak berkeadilan.  sekian banyak korban tertelan karena Ideologi, dikenal maupun tak dikenal di dalam sejarah yang kelam nan sunyi, masih banyak orang yang menceritakan bahwa ada pahlawan yang tak dikenal dalam perjuang pembebas...

Budaya Tirani Di Tanah Papua dalam Narasi Kelam

Gambar
BUDAYA   TIRANI DI TANAH PAPUA DALAM NARASI KELAM Sebuah Pandangan Kasat ‘Ada/Riil’ Oleh: pAscall Rembe Foto: Korban Konflik Jayapura Dalam perkembangan masyarakat   Papua, telah berulang kali masyarakat dipaksa untuk tunduk pada kesadaran nasionalime maupun ideologi diperlakukan dengan alat-alat kekerasan berupa Senjata. Penggunaan alat kekerasan merupakan pemaksa kehendak dilakukan karena hendak memperjuankan keadilan dan kebenaran sejarah kebudayaan yang Carut-marut. pertentangan ini memang berat dalam menguasai namun Seringkali, kami memandang suatu tirani yang hanya berfokus pada suatu kehendak ideolog. Realita yang terjadi selama decade semuanya berkuasa atas   hak-hak masyarakat Papua, tak ada yang dikenal yang namanya keadilan atau demokrasi setara dalam wawasan lokal.   kehadiran sekelompok di tanah Papua memperdebat kekuasaan demi mendapatkan hak-hak masyarakat Adat Papua dimana disponsori oleh Kaum Tirani. Kami mencoba melihat tira...

Budaya Demokrasi Indonesia Berdimensi Topeng

Gambar
Budaya Demokrasi Indonesia Berdimensi Topeng ‘Sebuah Refleksi kritik atas makna semokrasi Indonesia ’ Oleh: pAscall Rembe/6/9/2016  Ist. Indoprogress.com Seorang tokoh Humanis Indonesia Bapak K.H. Abdurrahman Wahid pernah mengatakan dengan suarah lantang nan rendah ‘Demokrasi aj kok repot’ Ungkapan sangat sederana dengan tujuan mempersilakan masyarakat   untuk menyampaikan aspirasi sesuai dengan makna demokrasi artinya bahwa ruang demokrasi di buka se-lebar lebarnya demi suatu tujuan yang hakiki. Dengan demikian, Untuk Apakah Negara Indonesia dijuluki Negara Demokrasi?   Untuk siapakah   Negara ini didirikan? Ataukah demokrasi hanya bagi kalangan para elite? Dan Bagaimanakah Negara ini harus berjalan sesuai dengan haklat demokrasi? Mengapa kami menyebut Negara ini sebagai demokrasi berdimensi Topeng? Bertolak dari carut marut demokrasi yang tidak ada ruangya bagi rakyat rumput.! andai kata pendiri Negara ini masih hidup, mereka pasti memperta...

Ethnografi Kimaam

Gambar
Sekilas Sejarah Malind BoB    Pulau Kimaam, juga disebut Frederik Hendrik Island, pulau Dolok, Yosudarso dan Kolepom, meliputi area seluas 14.357 km. Sebagian besar daerah ini berawa. Pulau ini dipisahkan dari barat daya Irian Jaya oleh Selat Muli (sekarang dikenal sebagai Putri Marianne selat). Pulau ini terbentuk dari sedimen diendapkan oleh Sungai Digul. Oleh karena itu, bagian utara dan tengah pulau memiliki elevasi lebih tinggi dari selatan dan barat. Pulau Kimaam merupakan daerah lahan basah yang terdiri dari ekosistem mangrove, savana sebuah, rawa dan hutan hujan.