Sinopsis
Pena Hitam Ala Ilusi Keriting
Ist.Pribadi
Peradaban Manusia berinteraksi dalam alunan hitam tidak
menyudikan sesama tidur begitu saja, tanpa ampun mereka membangunkan suatu kota
yang ilusinya hitam. Berporak-poranda, menyemangati kegembiraan dalam kabut
hitam. Kekawatiran melanda sendi sarap, hampa dalam gelap gempita sudih
melepaskan sesama ketika terantuk.
Cairanku
tak cukup membangunmu, hanya melangkah dalam kabut hitam sendi –sendiku tak
mampuh berteriak, kemanakah kota hitam merajah tanpa ilusi Nalar jelas. Sesame menyentuhku seakan aku
sosok menakutkan. Peri dan kemanusiaan hanyalah ilusi hitam dan tanpa melihat
ia berkata ‘’ Siapa Kamu?
Gertakan
gigiku diatas kertas kota tak mampuh melunasi selembar histories, kecamuk semakin
mengembang manusia berbondong melangkah kedalam dunia hitamku, tanpa peduli,
ucapku selamat memasuki. Sungguh Kecamuk merambah Negeriku yang Hitam.
Pembaca
yang Budiman, dari Ilustrasi diatas menggambarkan Bagaimana Kami Orang Asli
Papua di Hitamkan di Negerinya Sendiri, Semua element dari penjuruh arah Mata
angin berbondong-bondong memasuki Tanah Cenderawasi, Pribumi tidak melangkah
Gagah, bertindak, bahkan Berbicara pun tidak ditoleransikan.
Apakah
semua akan berlalu dalam ilusi?