Sinopsis Korban Idiologi Indonesia Massa Kini
SINOPSISKORBAN IDEOLOGI INDONESIA MASA KINI
Kami
Orang asli Papua Menjadi Korban Idiologi bangsa Indonesia
Kata Seorang Mahasiswa Papua asal Merauke dalam ruang diskusi media. Dan pula tentu ini merupakan suatu objek penderitahan yang pada akhir-akhir berkembangan yang di input Oleh Media Sosial yang diakui dalam ranah bung PERS Indonesia.
Kata Seorang Mahasiswa Papua asal Merauke dalam ruang diskusi media. Dan pula tentu ini merupakan suatu objek penderitahan yang pada akhir-akhir berkembangan yang di input Oleh Media Sosial yang diakui dalam ranah bung PERS Indonesia.
foto Korban: Konflik Jayapura
Beranjak dari Gagasan yang pedas rasanya, serentak merayakan kata yang makna begitu mendalam
dalam ruang public media. Diskusi berlanjut. Muncul Korban
Ideologi Bangsa Indonesia masa Kini, menjadi penyakit di Tanah Papua. Tentu
pembaca sudah tahu akan problema yang terjadi. Begitulah dengan mendirikan suatu
demokrasi yang tidak berkeadilan.
sekian banyak korban tertelan karena
Ideologi, dikenal maupun tak dikenal di dalam sejarah yang kelam nan sunyi,
masih banyak orang yang menceritakan bahwa ada pahlawan yang tak dikenal dalam
perjuang pembebasan mereka dikuburkan di media, jazad mereka tidak diketahui
oleh Saudara saudari, hanya sebuah bayangan terlintas di media Sosial. Ketika
menanyakan apa Penyebab kematian saudara? Tentu menjawab ‘’ kematian saudar di
akibatkan karena melawan Ideologi Negara Indonesia! Siapa yang melakukan tindak
kekerasan? Tentu militer Mengapa mereka
melakukan itu? demi mempertahan Nasionalisme Indonesia. Ternyata kehilangan
nyawa seorang manusia Papua hanya karena melawan ideology bangsa Indonesia, dan bagaimana para
penegak Hukum di republic ini? Tentu mereka ikut serta.
Pancasila
dan UUD 45 adalah maklumat dasar pijak
setiap insan,Sebagai pedoman hidup. pada
hal semua butir serta alinea bahkan pasal mengajarkan kebodohan dan kemunafikan
yang membawakan korban masal. Sebagai insan yang tumbuh dalam carut-marut
kekejaman ideology mereka resah melihat keadaan sperti ini.
Negara
Indonesia adalah Negara hukum, kata sang Nasionalis Indonesia bung UUD 45, akan
tetapi hanyalah ilusih kelam. Negara Indonesia adalah Negara Demokrasi, namun
kenyataan Orang Papua kehilangan jatih diri diatas Tanah Papua bahkan
dikorbankan demi ideology semata.
Korban
ideology berjatuan bagai buah kelapa kering dan jatuh bertunas kemudian di
potas habis. Apakah tindakan itu bagus di mata kalahyak? Ataukah itu yang
menjadi tujuan Negara ini? Kebal di lihat wibawah oleh Negara lain. Tentu tidak
malahan menjadi buah bibir bagi Negara lain.
Perfektif inilah yang menjadi kabut asap
diatas Gunung, Lembah, pantai dan Rawah, sejarah menerbitkan masa kelam
kebebasan yang memudar disenjah cenderawasi dan terbit di barat persada Papua.
Penulis: Aktivis Jaringan Jalanan Papua
