Hal Kisah, Cerita Seorang Kakek Tua, di Negeri Beradap
illustrasi Gb.google.com
Suatu hari, ada seorang kakek tua yang butah, tinggal di daerah terpencil di pinggiran kota, setiap malam ia hanya mendengar hirup-hikuk kota yang begitu mega. Pada saat itu, ia mendengar rentetan bunyi meriam para aktor yang shakingnya membabi-butah utk membunuh semua makluk yang berada didaerah perkotaan..kericuan itu pukul mundur manusia dari dalam kota
Ke luar perkotaan itu..kakek itu mendengar semakin dekat bunyian-bunyian meriam yang keluar dengan suara jeritan manusia, Ia tak gentar oleh bunyian itu, jiwanya seakan sudah membatuh, semua makluk tertelan dalam campuran kimia itu...
saatnya tibah para algojo, menyusuri batas-batas kota tua itu, sambil menghabisi nyiawa makluk-maklu yang masih merintih kesakitan..tepatnya mereka masuk dirumah kakek itu, kakek itu terus bergumul dalam doanya, ketakutan semakin menguasahi matah hatinya, Ia pun semakin memanjatkan doa untuk mendoakan mereka yang melakukan kejahatan tak manusiawi itu, dari dalam matah imannya kekuar cayaha cintakasih, Bersinar tanpa batas untuk menerangi hati manusia-manusia kejam itu...
Doa seorang kakek itu, terdengar ampuh ditelingah para eksekutor itu, Ia memang butah, kata mereka, namun hati Imannya tidak butah...Ia terus menepuk-nepuk dadahnya sambil berkata "Semuanya Pasti Baik-Baik Saja"
Dengan kalimat itu ia berani menghadapi kematiannya..
Dari cerita diatas, mengingatkan pada kita, bahwa untuk menghadapi semua tantangan zaman ini, mestinya kami membuka hati nurani kita, agar kami tak tenggelam dalam kemunafikan dunia globalisasi, percaya pada kekuatan awal kami, keyakinan bisa merubah segala-galanya, asalkan kami mempercayai hati nurani kami.
Semoga Masyarakat kami di Tanah Air Papua aman menjalankan aktivitas mereka dengan baik, tanpa ada tekanan dari pihak yang selalu bertindak atas nama Negara.
Pr Cogito ( 18/04/2019
