Postingan

Dunia Sanggup Memenuhi Kebutuhan, Namun tidak untuk Kerakusan

Gambar
ist.pribadi Tulisan ini berawal dari Diskusi bersam Mencari kedamain dan kesejahteraan Yang Akhi-khi. Perkembangan Dunia Global Semakin marak dan  kalangan Kapitalisme, serta para Feodal, semakin berpetualangan di dunia yang masih dalam kepakuman termasuk indonesia Kini menjadi perlombahan bagi Bangsa-bangsa menuju belahan dunia yang masih dalam keperawanan Sumber Daya Alam(Papua). Sungguh menyegarkan ketika membangun hubungan bilateral dan Multilateral oleh para politikus Indonesia yang hanya mencari Kuasawati dan manewati (Kuasa dan Uang). Kaum Politikus Indonesia yang hanya mencari kenikmatan semata dalam hubungan kerja sama antara kelas-kelas elit. Dunia kami sangat luas,  lain mencari keuntungan mencari kebugaran dipanggung politik, namun mereka ini tak sanggup memberikan sedeka kepada yang tak punya Semua manusia ingin bebas, mencari kedamain, kedamain sangatlah jahu di imingan manusia, imingan itu di batasi oleh manusia lain hanya demi...

Apa yang Kita Cari dalam Hidup?

Gambar
Pertanyaan ini, menggunjang Nalar Manusia dari zaman Pra Sejarah inggah Dunia dewasa ini. " Apa yang sebenarnya membuat manusia terus mencari? silakan simak dan memahami mencari makna dalam Hidup.  personal.psu.edu Grup band Dream Theater terkenal dengan salah satu lagunya yang berjudul Spirit Carries On . Kalimat-kalimat pertama di dalam lagu itu amatlah menyentuh. Bunyinya begini: darimana kita berasal? Mengapa kita ada disini? Kemana kita pergi, setelah kita mati? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan dasar yang dimiliki setiap orang. Agama berusaha menjawabnya. Terkadang, jawaban itu tidak cukup, karena manusia berubah, dan ia membutuhkan jawaban baru atas situasi hidupnya. Pertanyaan-pertanyaan ini, menurut saya, bisa dikerucutkan ke dalam dua pertanyaan dasar, yakni apa yang kita cari dalam hidup kita, dan bagaimana kita berusaha mendapatkannya? Di dalam bukunya yang berjudul Symposion, atau perjamuan, Plato berusaha menjawab pertanyaan ini secara tida...

Aku dalam Pilihan Ibu

Gambar
Aku dalam Pilihan Ibu Its.Pribadi Sembilan bulan aku hidup mengembara Sembilan bulan aku dalam Gudang Emas Sembilan Bulan aku terpilih Ia memili aku menjadi manusia aku Rentang yang luas Dunia memanggilku Gegap gempita penuh Pesona Terbitlah terang di sudut pilihan Tak sia keajaiban datang tepat pilihannya Ia tetap memili aku menjadi manusia sejati Sungguh tangguh Ibuku Harapan terpelihara dalam benak Sembilan Bulan   Identitas terpenuhi Dunia baru dalam Panggilan Pilihan melempar kata Ucap Dunia seraya berpaling Dunia merayakan tangisanku Keluarga menitip kasih. Karya : pAscall Rembe

Sinopsis Korban Idiologi Indonesia Massa Kini

Gambar
SINOPSISKORBAN IDEOLOGI  INDONESIA MASA KINI Kami Orang asli Papua Menjadi Korban Idiologi bangsa Indonesia   Kata Seorang Mahasiswa Papua asal Merauke dalam ruang diskusi media. Dan pula tentu ini merupakan suatu objek penderitahan yang pada akhir-akhir berkembangan yang di input Oleh Media Sosial yang diakui dalam ranah bung  PERS Indonesia. foto Korban: Konflik Jayapura    Beranjak dari Gagasan yang pedas rasanya, serentak   merayakan kata yang makna begitu mendalam dalam ruang public media. Diskusi berlanjut. Muncul   Korban Ideologi Bangsa Indonesia masa Kini , menjadi penyakit di Tanah Papua. Tentu pembaca sudah tahu akan problema yang terjadi. Begitulah dengan mendirikan suatu demokrasi yang tidak berkeadilan.  sekian banyak korban tertelan karena Ideologi, dikenal maupun tak dikenal di dalam sejarah yang kelam nan sunyi, masih banyak orang yang menceritakan bahwa ada pahlawan yang tak dikenal dalam perjuang pembebas...

Budaya Tirani Di Tanah Papua dalam Narasi Kelam

Gambar
BUDAYA   TIRANI DI TANAH PAPUA DALAM NARASI KELAM Sebuah Pandangan Kasat ‘Ada/Riil’ Oleh: pAscall Rembe Foto: Korban Konflik Jayapura Dalam perkembangan masyarakat   Papua, telah berulang kali masyarakat dipaksa untuk tunduk pada kesadaran nasionalime maupun ideologi diperlakukan dengan alat-alat kekerasan berupa Senjata. Penggunaan alat kekerasan merupakan pemaksa kehendak dilakukan karena hendak memperjuankan keadilan dan kebenaran sejarah kebudayaan yang Carut-marut. pertentangan ini memang berat dalam menguasai namun Seringkali, kami memandang suatu tirani yang hanya berfokus pada suatu kehendak ideolog. Realita yang terjadi selama decade semuanya berkuasa atas   hak-hak masyarakat Papua, tak ada yang dikenal yang namanya keadilan atau demokrasi setara dalam wawasan lokal.   kehadiran sekelompok di tanah Papua memperdebat kekuasaan demi mendapatkan hak-hak masyarakat Adat Papua dimana disponsori oleh Kaum Tirani. Kami mencoba melihat tira...

Budaya Demokrasi Indonesia Berdimensi Topeng

Gambar
Budaya Demokrasi Indonesia Berdimensi Topeng ‘Sebuah Refleksi kritik atas makna semokrasi Indonesia ’ Oleh: pAscall Rembe/6/9/2016  Ist. Indoprogress.com Seorang tokoh Humanis Indonesia Bapak K.H. Abdurrahman Wahid pernah mengatakan dengan suarah lantang nan rendah ‘Demokrasi aj kok repot’ Ungkapan sangat sederana dengan tujuan mempersilakan masyarakat   untuk menyampaikan aspirasi sesuai dengan makna demokrasi artinya bahwa ruang demokrasi di buka se-lebar lebarnya demi suatu tujuan yang hakiki. Dengan demikian, Untuk Apakah Negara Indonesia dijuluki Negara Demokrasi?   Untuk siapakah   Negara ini didirikan? Ataukah demokrasi hanya bagi kalangan para elite? Dan Bagaimanakah Negara ini harus berjalan sesuai dengan haklat demokrasi? Mengapa kami menyebut Negara ini sebagai demokrasi berdimensi Topeng? Bertolak dari carut marut demokrasi yang tidak ada ruangya bagi rakyat rumput.! andai kata pendiri Negara ini masih hidup, mereka pasti memperta...

Sang Perubahan

Gambar
SANG PERUBAHAN ist: dok.Pribadi Wahai.......... Sang Perubahanku Dimanakah engkau Berada Aku selalu mencari-mu aku rinduh pada-mu ingin melihat-mu lagi........ Sungguh......... Engkau pergi jahu dariku Apa kesalahanku Mengapa Engkau tak menghampiriku keberadaanku hanyalah ini...... Menghadapi hidup ini tak mampuh Mengucap kata tak mampuh Berjalan sendiri tak mampuh Semua hanyalah menungguh-mu Wahai Sang Perubahanku......... Aku hanyalah seorang diri menatap hari-hariku yang malang Gugusan tembok menghalangi lirikanku Percikan-paercikan darah bercampuran debuh Mengiasih gugusan tembok...... Kataku....... Pujianku..... hanyalah padamu Wahai Sang Perubahanku Aku menungguh-mu.......... Lembah Telaga Pineleng Tempat tinggal-ku....       Karya:          ...